Giat Bhakti Komunitas Surabaya Historical

Ohannes Kurkdjian dilahirkan di Erzerum, Turki dan merupakan keturunan Armenia. Ia datang ke tanah Jawa (Hindia Belanda) pada tahun 1885. Saat itu Ohannes Kurkdjian berkeliling Jawa Timur untuk mengabadikan pemandangan. Tahun 1888 dia ke Surabaya dan mendirikan studio foto bernama “Foto Atelier Kurkdjian” yang letaknya di Alun-alun Contong lalu kemudian pindah di Jalan Tunjungan. Ohannes Kurdjian sang fotografer tempo dulu ini, meninggal pada tahun 1903 di usianya yang ke 52 dan dimakamkan di kerkhof Peneleh Surabaya.

Banyak karya-karya abadi Ohannes Kurkdjian yang merekam keadaan Kota Surabaya tempo dulu, khususnya di penghujung abad 19. Bisa dikatakan dialah orang yang pertama kali mengabadikan sudut Kota Surabaya dalam bentuk foto. Sebagai seorang fotograger, ia tidak hanya merekam keadaan sebuah kota, tetapi juga menyampaikan pesan dan peristiwa. Foto-fotonya sering khalayak nikmati, bahkan kerap dijadikan perbandingan perkembangan kota. Namun khalayak seringkali lupa siapa orang yang berjasa dibaliknya.

Nisan yang terbelah dua akibat vandalisme dan diperbaiki kembali agar menyatu

Sejarah mengalir dengan alami atau dibentuk secara sengaja, tergantung instrumen yang ada di dalamnya. Dan Ohannes Kurkdjian lah sosok yang mendokumentasikan sejarah tersebut, sehingga kita mudah memahaminya. Karya fotografinya merupakan artefak digital, yang layak diapresiasi dan berguna sepanjang masa. Kini, nisan makam Ohannes Kurkdjian yang terletak di komplek Cagar Budaya Makam Belanda Peneleh, Kota Surabaya mengalami kerusakan akibat vandalisme. Keadaannya cukup memprihatinkan. Selasa, 1 Mei 2018 Komunitas Surabaya Historical melaksanakan Giat Bhakti Sejarah dengan melakukan perbaikan secara swadaya di makam Ohannes Kurkdjian. Kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap dunia fotografi dan penghormatan kepada tokoh yang pernah berjasa mengabadikan moment bersejarah Kota Surabaya. (cs/shc)