Energi kesenian yang ada di Taman Hiburan Rakyat kota Surabaya masih ada. Terbukti dengan adanya pagelaran Ludruk yang masih dipentaskan oleh sekelompok anak muda, yang tergabung dalam komunitas The LUNTAS “Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Suroboyo”.

Beberapa waktu lalu LUNTAS dkk mampu mengocok perut penonton yang hadir memadati gedung Pringgodani kampung seni THR Jalan Kusuma Bangsa, kota Surabaya (31/03). Meski cuaca saat itu sedang mendung bukan menjadi halangan bagi seniman muda ini untuk tetap mengekpresikan karyanya diatas panggung supaya masyarakat Surabaya terhibur.

Kali ini cerita yang diangkat berjudul “Tuyul”, mahluk mistik dari dunia lain yang mempunyai keahlian mencuri uang tanpa diketahui orang. Dengan sentuhan horor dan komedi, pagelaran Ludruk ini mampu menyita perhatian pemirsanya. Dan sudah lebih dari 18 kali pagelaran Ludruk telah dimainkan komunitas LUNTAS demi terjaganya seni budaya khas Surabaya ini.

Dengan eksistensi LUNTAS di panggung seni hiburan Surabaya, semoga mampu mengangkat kembalikejayaan THR dan seni Ludruk menjadi hiburan yang sangat diminati oleh generasi muda kota Pahlawan. Salam budaya. (luk/TS)