Minggu pagi tanggal 27 Januari 2019 suasana riuh penonton tampak di Museum 10 Nopember, mereka saksikan puluhan pemuda memekikkan kalimat Merdeka yang bertempur mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Seorang penonton Ibu-ibu yang ikut mengajak kedua anaknya berkata “Saya senang dengan drama seperti ini, kapan lagi kalau tidak sekarang mendampingi anak saya supaya tau sejarah kotanya”.

Sosio drama yang diprakarsai oleh Komunitas The Luntas (Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Soeroboio) dan Surabaya Historical bekerja sama dengan UPTD Museum 10 Nopember intens mengadakan aksi teatrikal tentang Pertempuran 10 Nopember pada setiap bulannya.

Sosio drama yang berjudul “Kemeja Loesoeh” ini menceritakan sosok Bapak yang trauma kehilangan istrinya, yang meninggal akibat perang. Disaat sang anak, putra semata wayangnya ingin turut serta dalam pertempuran Surabaya, sang Bapak berdebat dengan sang anak, lalu sang Bapak mengikhlaskan dan memberikan kemeja yang pernah dipakainya dalam pertempuran yang lampau melawan Jepang.

Alur cerita heroik dan mengharu biru membuat penonton terkesima ini adalah karya Cak Robert Bayoned, yang sekaligus penanggung jawab dari kegiatan sosio drama ini. Keunikan sosio drama ini ditengah-tengah ceritanya terdapat ilustrasi musik jula-juli, instrumen khas kesenian ludruk yang disampaikan kepada penonton agar selalu ingat sejarah Indonesia dan cinta budaya asli Surabaya yang adiluhung. (Sur/TS)