Panas Bung, Pasukan Bagi-bagi Nasi Bungkus

Minggu (19/05) dini hari, lorong yang gelap, bau menyengat dan tempat yang kusam itu harus di datangi oleh sekelompok anak-anak muda Kota Surabaya. Satu persatu mereka sisir untuk menemui orang-orang yang membutuhkan. Yang sedang mereka cari di pagi buta itu sebenarnya orang-orang tangguh, para proletar yang bertahan dibalik megahnya kota metropolitan. Tanpa sekat beralas apa adanya, mereka para tuna wisma menitipkan tubuh ringkihnya di kota ini. Hanya angin malam yang menusuk tulang yang menjadi sahabat mereka, sungguh menyesakkan dada.

Briefing dan berdoa sebelum terjun ke lapangan

Maafkan kami bila menganggu lelapmu
Maafkan kami bila merusak mimpimu
Maafkan kami atas ketidaksopanan ini
Hanya ini yang bisa kami berikan
Sebungkus nasi untuk mengganjal rasa lapar itu

Berusaha tepat sasaran

Sekelompok anak-anak muda ini berasal dari berbagai elemen, seperti Komunitas Bonek, Kampoeng Dolanan, Outsiders, Surabaya Historical, tim Teras Surabaya dan lain-lain yang mendistribusikan ratusan nasi bungkus kepada mereka yang berhak menerimanya. Kegiatan sosial ini dilakukan secara swadaya dan periodik di sudut Kota Surabaya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (cs/ts)