Sepanjang tiga tahun terakhir, komunitas kampoeng dolanan tak ada henti-hentinya untuk mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat. Dampaknya luar biasa, ada lebih dari 40 ribu orang yang teredukasi tentang permainan tradisional. Besarnya sebuah komunitas akan tak berarti bila tak memberi arti pada masyarakat. Hal inilah yang dipahami oleh kampoeng dolanan.

Mereka membuat program pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Sebuah komunitas yang bermarkas di Jalan Kenjeran IV-C Kec. Simokerto, Kota Surabaya ini melibatkan masyarakatnya dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah the dakon’s catering.

The Dakon’s Catering dibentuk pada tanggal 1 Desember 2017 dengan kondisi pemilik dua ibu yakni si ibu pertama menjadi tulang punggung keluarga dengan dua anaknya yang masih kecil sedangkan ibu yang kedua baru saja di PHK dari kerjaannya. Mereka pun masih mempunyai tunggakan hutang yang harus dibayar hingga lunas.

Pada dasarnya kedua ibu ini bisa memasak, atas dasar inilah kampoeng dolanan menawarkan kedua ibu tersebut untuk membuat catering. Mulanya menjadi bisnis sampingan, hanya memproduksi bila ada pesanan dan tidak produksi jika tidak ada pesanan. Merasa ada trend positif, maka mereka meningkatkan usahanya hingga membuat gerobak untuk berjualan keliling.

Usaha catering ini ternyata ditekuni dengan kerja keras, terus melakukan pemasaran baik secara offline dan online. Jualan keliling semakin terus ditekuni oleh kedua ibu tersebut. Kini omzet beliau mencapai 50-60 juta per bulan.