Iwel-iwel merupakan salah satu jajanan tradisonal yang terbuat dari ketan, parutan kelapa dan gula Jawa, lalu dibungkus menggunakan daun pisang atau kulit jagung kemudian direbus hingga tanak. Dalam tradisi Jawa, Iwel-iwel sering disuguhkan pada syukuran kelahiran bayi saat berusia sepasar (5 hari), selapan (36 hari), bayi telu (4 bulan) maupun bayi pitu (8 bulan).

Iwel-iwel berasal dari bahasa Jawa kemiwel, yang dalam bahasa Indonesia berarti menggemaskan. Konon Iwel-iwel ini juga berasal dari kata waliwalidayya, penggalan kata dalam doa Robbi-ghfirli waliwalidayya, sebagai doa agar anak yang dikandung atau yang sudah dilahirkan menjadi anak menggemaskan dan tentunya sang anak diharapkan menjadi anak yang sholeh/sholehah serta selalu mendoakan kedua orang tuanya. (sur/shc)