Genre musik rock tak hanya mewabah di eropa maupun Amerika, tetapi juga di Asia, khususnya Indonesia. Medio tahun 80 – 90’an musik rock mengalami puncaknya dalam blantika musik nasional. Bahkan beberapa band rock luar negeri mempunyai penggemar fanatiknya disini. Memiliki kesamaan hobi dan idola, para penggemar musik cadas tersebut kemudian membentuk sebuah kelompok atau geng musik metal di daerahnya masing-masing sebagai wadah untuk cangkruk bareng (Kopdar).

Para pecinta musik cadas Kota Surabaya yang memadati lapangan Keputih Tegal

Sebut saja geng musik metal RATT yang bermarkas di Krukah Lama. Lalu ada Boy Horror, Agen Dosa dan Troop Hell yang bermarkas di daerah Kupang. Sonhell di Gubeng, Kreator di Perak dan Kenjeran, Motley Mania di Rungkut, Madaz dan Poezink di Pesapen. Bad News di Jagir Wonokromo serta Anthrax di Sidoarjo dan masih banyak lagi. Arek-arek Suroboyo generasi 90-an pasti tak asing bila mendengar nama kelompok tersebut. Kelompok yang selalu meramaikan konser musik rock maupun metal di Surabaya pada era itu.

Pada hari Minggu (27/10) tepatnya di lapangan Keputih Tegal, RATT salah satu komunitas lawas pecinta musik rock, bersama Karang Taruna Keputih menggelar konser musik untuk peringati Hari Sumpah Pemuda. Di tengah acara pun dibacakan teks Sumpah Pemuda agar spirit nasionalisme selalu menancap dalam jiwa. Konser ini sekaligus sebagai ajang reuni bagi para pecinta musik cadas Kota Surabaya untuk merayakan ke 33 tahun RATT. Dalam konser tersebut ditampilkan 20 grup band, sebagai pamungkas ada Red Spider, band rock kawak asal Surabaya yang hingga kini masih eksis. (wn-hn/ts)