SUARA BONEK

Sebenarnya ada ketidak selarasan dalam internal PERSEBAYA mulai pelatih, asisten pelatih, pemain hingga manajer.

Mereka beranggapan jika saat ini PERSEBAYA adalah klub papan atas, bukan klasemen atas. Maksudnya ialah, PERSEBAYA adalah klub yang memiliki finansial bagus, barangsiapa yang ada di dalamnya pasti terjamin serta mendapat fasilitas mewah.

Pada beberapa laga tampak para pemain lini tidak matching, entah di lini paling belakang hingga paling depan, sehingga eksekusi yang dihasilkan tak pernah maksimal (bisa di cek di youtube). Mereka terkesan bermain sendiri-sendiri alias tidak kompak. Saling menyalahkan satu sama lain, tampak pada gestur dan roman wajah mereka.

Diantara mereka masih ada rasa senioritas, merasa orang lama di klub. Sampai merasa paling internal karena dilahirkan dari pembibitan PERSEBAYA yunior. Saling sikut, berebut menjadi super hero di dalam tim. Azrul Ananda selaku presiden klub, struktur tertinggi dalam tim harus peka menghadapi situasi seperti ini.

Yang muncul dalam benak pemain ialah bukan bagaimana caranya mempertahankan kejayaan tim, tetapi bagaimana caranya tidak di depak dari tim. Lagu lama. Lagi-lagi urusan perut, ada yang tak ingin posisinya tergeser, bukan lagi spirit bersatu demi prestasi dan lambang di dada.

Jurgen Klopp atau bahkan Lionel Messi sekalipun, jika saat ini berada di PERSEBAYA pasti mati kutu, tak bisa menyalurkan talenta emasnya. Cukup sudah drama ini !

(wn/be)