Di cuaca yang terik seperti sekarang, dahaga akan terobati oleh segarnya Es Potong. “Es potong.. es potong !” begitulah suara pelanggan Pak Kawit memanggilnya. Hingga kini pria paruh baya asal Solo ini masih setia menjajakan dagangannya. Tiap hari ia jajakan Es Potongnya melewati gang-gang dan perkampungan Surabaya mulai pagi hingga sore hari.

Sebenarnya jajanan Es Potong tergolong langka, karena hingga saat ini hanya 12 orang saja yang masih konsisten membuat dan tentunya memanjakan lidah penggemarnya. Demi meraup rupiah, pria gagah yang berasal dari Solo ini tetap tekun mendorong gerobak Es Potong dari pangkalannya di sebelah SMKN 5 Kaliwaron, lalu berjalan keliling Kota Surabaya.

Dulu Es potong buatan Pak Kawit ramai pembeli namun sekarang semakin terhimpit, karena bermunculan es yang lebih modern dengan aneka rasa dan menjanjikan selera lidah. “Es potong Pak Kawit pasti enak, Pak” begitu kata seorang pelanggannya sambil menikmati Es Potong, yang harganya cuma tiga ribu rupiah. Di tengah pesatnya persaingan semoga Es Potong ini tetap bertahan di Kota Surabaya. “Es …es …es potong !” teriak Pak Kawit sambil memukul loncengnya. Bagi yang ingin mencicipi Es Potong Pak Kawit bisa dijumpai saat siang hari, di sentra kuliner Jln. Kombes Pol. M. Duryat, Kota Surabaya. (pau-sby/shc)

Foto : Vicentius Gegap Widyantoro