Tak susah menemukan letak Jembatan Merah, yang merupakan tempat bersejarah di Kota Surabaya. Sebab bagi para pehobi jalan-jalan, Jembatan Merah adalah spot yang wajib dikunjungi karena menyimpan histori perjuangan bangsa. Dan tak jauh dari situ banyak tempat-tempat bersejarah lainnya yang juga layak dijadikan jujugan. Karena dahulu di kawasan ini merupakan tempat terjadinya Pertempuran 10 Nopember dan perdagangan jaman Belanda.

Masih dalam suasana peringatan Hari Pahlawan, Komunitas Surabaya Historical mengajak anak-anak muda Kota Surabaya melakukan napak tilas sejarah yang mereka beri nama “Jelajah Seram” di kawasan Jembatan Merah, pada Sabtu malam (16/11). Kegiatan bernama Jelajah Seram tersebut merupakan kependekan dari Wisata Sejarah Malam, yang kali kedua ini mengulas Pertempuran 10 Nopember di utara Kota Surabaya, tepatnya di sekitaran Jembatan Merah.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 orang tersebut mengunjungi lebih dari 10 titik bersejarah, pertama-tama menyusuri jalan Jembatan Merah, lalu masuk ke dalam perkampungan yang berada di Jalan Prenjak dan sekitarnya. Di perkampungan yang sepi dan gelap ini sang pemandu menceritakan bagaimana kegigihan elemen rakyat Surabaya dengan strategi kunonya menghadang ribuan tentara Inggris.

Saat itu pasukan Inggris dari Brigade 49 harus berhadapan langsung dengan laskar rakyat yang tergolong nekat dan tak punya urat takut. Perang terbuka ini berlangsung selama berhari-hari. Sang pemandu kembali bercerita, bagaimana para pejuang mengevakuasi kawan-kawannya yang terluka ke dalam kampung agar dirawat oleh warga yang kebetulan tak sempat mengungsi. Bekas lubang peluru menghujam dinding rumah, genangan darah, rintihan kesakitan dan sebagainya juga dirasakan oleh para peserta Jelajah Seram.

Apalagi suasana pada malam itu, di lorong-lorong kampung sekitaran Jalan Prenjak tergolong sepi hingga menambah aroma mistis Jelajah Seram tersebut. Kemudian napak tilas dilanjutkan ke Gedung Internatio tempat tentara Inggris dari India dan Gurkha bermakas, kisah kontak biro berunding dan detik-detik jelang tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby juga diceritakan.

Tak sampai disitu, para peserta juga diajak menelusuri sisi luar Penjara Kalisosok yang terkenal angker dan brutal. Di bagian luarnya, ditunjukkan dinding penjara yang pernah dijebol jelang Pertempuran 10 Nopember. Karena suasana sangat sepi dan gelap, lagi-lagi tarik menarik energi metafisika terjadi di tempat itu. Arina salah satu peserta Jelajah Seram yang mempunyai kemampuan Indigo menuturkan “Di tempat ini saya merasakan hawa yang sangat berbeda, ada perasaan menyedihkan di tempat ini. Banyak sekali suara-suara ghaib yang bermunculan seolah ingin menyapa kita” tuturnya kalem.

“Dilaksanakannya kegiatan Jelajah Seram ini sebagai upaya mengenal lebih dalam sejarah perjuangan bangsa, yang pernah terjadi di Kota Surabaya 74 tahun silam. Kita belajar di tempatnya langsung, di kawasan yang dahulu pernah merekam peristiwa bersejarah. Kita juga lakukan doa bersama kepada para Pahlawan yang telah gugur dalam peperangan. Kita rawat ingatan supaya generasi muda Surabaya tidak lupa dengan pengorbanan leluhurnya” pungkas Luqman Hakim, ketua penyelenggara Jelajah Seram. (cs/ts)