Melintasi medan bertanah yang agak basah akibat guyuran hujan semalam dan menembus rerimbunan semak belukar, serta harus menyusuri perbukitan kecil di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Kota Surabaya, pada Selasa siang (24/12) anggota “PPM LVRI Markas Daerah Jawa Timur” kunjungi peninggalan sejarah era Perang Kemerdekaan. Yang 72 tahun silam menjadi catatan patriotik para pejuang guna mengusir kaum penjajah dalam usahanya mengoyak kedaulatan bangsa.

Gerbong Maut yang menjadi saksi bisu kekejaman tentara Belanda di Jawa Timur

Peninggalan sejarah yang anggota PPM Jatim kunjungi ialah “Gerbong Maut” sebuah gerbong kereta api yang dahulu digunakan oleh tentara Belanda untuk mengangkut para pejuang (tawanan perang) dari Bondowoso ke Surabaya, pada tanggal 23 November 1947. Ketika peristiwa itu terjadi nasib nahas dialami oleh para pejuang, 46 patriot bangsa harus meregang nyawa dalam gerbong tersebut akibat kekurangan oksigen dan dehidrasi. Insiden ini layak disebut sebagai kejahatan perang, yang tak boleh dilupakan oleh generasi muda apalagi keturunan para pejuang.

Kebetulan tak jauh dari Gerbong Maut terdapat replika Bekupon atau rumah burung merpati yang menjulang tinggi. Ternyata, dahulu Bekupon dan burung merpati pernah dipakai oleh para gerilyawan sebagai media komunikasi pengganti radio, supaya pasukan musuh tak bisa menyadap strategi perang para pejuang. Setelah dari Bekupon burung merpati, perjalanan dilanjutkan ke replika Rumah Gerilya, yang dahulu merupakan markas pergerakan para pejuang dalam menyusun taktik serta strategi guna menghadapi pendudukan Belanda di Jawa Timur.

Rumah Gerilya

Ilham salah seorang pengurus PPM LVRI Markas Daerah Jawa Timur mengungkapkan “Tempat ini wajib dilestarikan sebagai pembelajaran sejarah guna memupuk nilai patriotisme” tuturnya singkat. Hal senada juga dituturkan oleh Bagus Febrianto, warga Surabaya yang juga turut dalam kunjungan itu “Dibalik gemerlap Kota Surabaya sebagai metropolitan, ternyata selain sejarah Pertempuran 10 November juga terdapat jejak-jejak sejarah lainnya yang wajib kita ketahui. Sebagai generasi muda kita tak boleh abai atau lupa” pungkasnya. (wan/ts)