Saat ini barber shop modern menjamur di kota Surabaya dan bersaing secara masif. Diantaranya menawarkan beragam promo hingga menyajikan gaya rambut model baru. Jaman dahulu pun sama, selain barber shop yang kerap dikunjungi oleh warga Belanda, ada pula tempat pangkas rambut bagi kalangan bumiputera yang cukup favorit. Tempat pangkas rambut kalangan bumiputera ini biasanya bertempat dibawah pohon rindang yang teduh, para pelanggannya mendapat bonus segarnya semilir angin.

Dalam potret lama ini memperlihatkan tretan asal Madura dengan busananya yang khas sedang mencukur rambut pelanggannya di salah satu sudut Surabaya tahun 1910-an. Bermodalkan ketrampilan memangkas rambut, kursi lipat, gunting dan pisau cukur, profesi ini bisa dilakukan dimana saja. Masyarakat Surabaya era 80 – 90’an mengenal tukang pangkas rambut jenis ini dengan sebutan tukang cukur “Pitingan” yang sampai detik ini masih bisa dijumpai namun jumlahnya tinggal hitungan jari. (wan/shc)

Foto Soerabaia Madureesche bar bier – Uitg E. Fuhri & Co Soerabaia, Teks Surabaya Historical