Roti peranakan berjuluk Kompyang ini sudah sejak lama lekat dengan masyarakat Surabaya. Konon masuk pulau Jawa pada abad pertengahan, dan dibawa oleh imigran asal Tiongkok. Dulu sangat mudah ditemui, namun kini hanya bisa dijumpai di tempat-tempat tertentu. Roti Kompyang terbuat dari campuran tepung, telur dan sedikit air. Setelah di adon, pada bagian atasnya ditaburi biji wijen, kemudian dimasukkan ke dalam tungku dan dipanggang hingga matang.

Setelah matang dan keluar dari tungku, jangan berharap jajanan ini mirip roti pada umumnya. Anda harus mempunyai gigi dan rahang yang kuat bila ingin menyantapnya. Sebab jajan yang berjuluk Kompyang ini mempunyai tekstur keras dan padat. Agar empuk Kompyang bisa dinikmati sambil dicelup teh, kopi atau kuah santan. Rasa tawar, keras serta gurih menjadi perpaduan yang khas dan sangat mengenyangkan di perut. Itulah sebabnya para imigran Tiongkok menciptakan roti ini bertekstur keras, tujuannya ialah supaya awet dan tahan lama saat dibawah dalam perjalanan jauh. (wan/shc)