Surabaya tak hanya melahirkan ribuan pahlawan tetapi juga seniman-seniman hebat di bidang musik, salah satunya Gombloh alias Soedjarwoto Soemarsono. Bahkan, karir bermusiknya mampu melambungkan nama Kota Surabaya di panggung hiburan nasional. Yang hingga kini namanya masih melekat di kota Surabaya, bagai mawar yang selalu mekar, meninggalkan segudang memori bagi para penggemarnya.

Hawa dingin berselimut langit jingga, sisa air hujan yang membasahi Kota Surabaya tak menyurutkan puluhan fans setia Gombloh, yang malam itu berkumpul di Warung Rakyat Kahuripan Jl. Penataran No. 17, Kota Surabaya, pada hari Sabtu (11/01). Berkumpulnya para fans Gombloh tersebut tak lain untuk memperingati kepergian sang musisi legendaris tiga dekade silam. Bahkan diantaranya datang dari luar kota, mengkhususkan diri hadir dalam Haul Ke 32 Gombloh yang sekaligus menjadi ajang reuni sesama penggemar.

Suasana semakin hangat ketika acara bertajuk “Pesan Buat Kaum Belia” dibuka, satu persatu lagu Gombloh dilantunkan untuk mengobati kerinduan para fans. Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Moggers atau “Memories of Gombloh Lemon Trees Anno 69” ini memang spesial, selain memperingati kepergian sang seniman juga melestarikan karya-karya eksperimental Gombloh semasa hidupnya, yang saat itu menjadi hits di tahun 70 hingga 90-an.

Di sela acara, Dimas salah satu panitia menuturkan “Acara ini sebagai ajang reuni kawan-kawan Gombloh semasa hidup. Sekaligus sebagai ajang pertemuan seluruh fans musisi Gombloh dari berbagai daerah di Indonesia. Yang diramaikan oleh pertunjukkan musik TRIBUTE TO GOMBLOH menampilkan Phardi Artin (ex gitaris Gombloh), Soelih & Ratih (ex vokalis Lemon Trees), Remy (Putra Gombloh), Sekaring Jagad, G.O band, Mr. Jack, Arul Lamandau, Cep Ocim & Daniel Bluegrass (Serang), Wowok “Gombloh” Paramatatwa (Tuban), Max Baihaqi (Solo), Egi Fedly (Jakarta), Magfirotul Laily & Uki Haryanto (Malang) dan beberapa penampil dari berbagai daerah” tandasnya.

Phardi Artin, Soelih Estoepangestie  & Ratih Sumarsono rekan bermusik Gombloh, feat Sekaring Jagad

Ia menambahkan “Selain untuk mempererat tali persaudaraan sesama fans, kegiatan ini juga membumikan kembali lagu-lagu Gombloh di tengah-tengah masyarakat, sekaligus menggali kembali filosofi serta kesederhanaan sosok Gombloh sebagai musisi yang juga peduli kemanusiaan”. Sebelum acara ditutup, secara khidmat para fans Gombloh beserta hadirin bersama-sama menyenandungkan lagu “Kebyar-kebyar”, sebuah karya monumental milik Gombloh yang dipersembahkan untuk bangsa. Kemudian para Mogers memberikan cinderamata kepada kawan-kawan seperjuangan Gombloh, sebagai tanda terima kasih telah mewarnai sejarah blantika musik Indonesia. Terima kasih Gombloh, ia yang telah pergi meninggalkan karya abadi. (wan/ts)