Cultuurstelsel atau dikenal dengan nama tanam paksa di era Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 menandai dimulainya penanaman tanaman komoditi ekspor di Indonesia secara luas. Awal mula diterapkannya sistem tanam paksa ini disebabkan perang yang terus menerus menyebabkan pemerintah Hindia Belanda mengalami kebangkrutan. Untuk menutupi defisit keuangan pemerintah menerapkan sistem ini. Sistem tanam paksa yang memiliki tujuan untuk memperoleh pendapatan yang besar dan mempunyai kewajiban untuk menanam tanaman yang laku serta dibutuhkan di pasar Eropa. Contohnya tebu, nila, kopi, teh, kayu manis, dan juga kapas.

Dalam praktiknya seluruh wilayah pertanian wajib ditanami tanaman laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Wilayah yang digunakan untuk praktik cultuurstelstel pun tetap dikenakan pajak. Warga yang tidak memiliki lahan pertanian wajib bekerja selama setahun penuh di lahan pertanian. Tebu yang merupakan tanaman asli, menjadi populer pula setelah sebelumnya, pada masa VOC, perkebunan hanya berkisar pada tanaman “tradisional” penghasil rempah-rempah seperti lada, pala, dan cengkih.

Akibatnya petani yang harus memanggul derita tanam paksa. Terlalu banyak waktu dicurahkan untuk penanaman untuk pemerintah, sehingga menelantarkan tanaman padi. Apabila terjadi gagal panen selama setahun atau dua tahun maka terjadilah bencana kelaparan, muncul wabah penyakit, dan perpindahan penduduk ke daerah-daerah lain. Kelaparan dan kematian terjadi dimana-mana seperti yang terjadi di Cirebon 1834 sebagai akibat pemungutan pajak tambah dalam bentuk beras. Di Demak (1884) dan di Grobogan (1849 hingga 1850) sebagai akibat kegagalan panen. Cultuurstelsel kemudian dihentikan setelah muncul berbagai kritik dengan dikeluarkannya UU Agraria 1870 dan UU Gula 1870, yang mengawali era liberalisasi ekonomi dalam sejarah penjajahan Indonesia.

Tampak dalam foto seorang pedagang tebu potong dan seorang pemuda sedang jongkok nyesep menikmati tebu. Dijaman now tebu tidak lagi disesep tapi diperas, lalu airnya dicampur es, sangat nikmat diminum selagi cuaca terik panas. Foto source unique.com (sur/shc)