Cerita tentang asal usul cap cay memang banyak sekali versinya. Sehingga sulit juga untuk menentukan, kisah mana yang benar. Salah satunya menyebutkan kalau cap cay pertama kali dikenal di daratan Tiongkok pada era Dinasty Qing (1644-1911). Cap cay yang dikenal saat itu berupa potongan sayur-sayuran yang dicampur dengan jerohan hewan dan kini sangat familiar bagi lidah orang Indonesia kebanyakan.

Versi lain mengatakan kalau cap cay adalah masakan kaum imigran Tiongkok yang berkelana kemana-mana. Makanan yang dimasak hari itu adalah apa yang ditemuinya hari itu. Semua yang ditemukan hari itu dipotong-potong, kemudian dimasak menjadi satu. Kalau sayur yang ditemukan lebih banyak, maka cap cay hari itu menjadi semakin mewah. Tapi di Tiongkok sendiri, masakan ini tidak dikenal. Hanya di wilayah Taisan, yang mayoritas penduduknya pengelana dan kaum imigran, istilah masakan cap cay ini dikenal disana.

Sementara versi yang populer di Amerika menceritakan bahwa kunjungan Li Hung Chang, duta besar Tiongkok ke New York pada 29 Agustus 1896, menjadi latar belakang munculnya masakan cap cay di Negeri Paman Sam itu. Dalam sebuah jamuan makan malam, Li Hung Chang menolak semua hidangan mewah. Ia pun menugaskan juru masak pribadinya untuk menyiapkan menu. Sang koki akhirnya menciptakan masakan yang bisa diterima oleh lidah Amerika, eropa hingga Indonesia, lalu jadilah masakan cap cay itu. Foto source Agam (hen/ts)