Klenteng Boen Bio merupakan salah satu tempat ibadah tertua umat Konghucu di Surabaya. Awalnya Klenteng ini bernama Boen Thjiang Soe, berdiri pada tahun 1883, yang terletak di Jalan Kapasan No. 131, Kota Surabaya.

Karena umat jumlahnya banyak, pada tahun 1906 dilakukan pemugaran dan dibangun Klenteng yang lebih representatif. Pada 1907, Klenteng tersebut mulai diresmikan dan namanya menjadi Boen Bio. Boen dalam bahasa Fujian berarti sastra atau budaya dan Bio berarti kuil.

Jadi, Boen Bio mempunyai makna Kuil Kesusastraan. Klenteng Boen Bio pada awalnya memang dibuat untuk memuja Boen Tjhiang, Dewa Kesusasteraan dan Khonghucu. Kini Klenteng Boen Bio menjadi salah satu Bangunan Cagar Budaya di Kota Surabaya, serta masih dikunjungi oleh umat Konghucu untuk melaksanakan ibadah dan persembahyangan. Foto source KITLV (and/ts)