Merebaknya virus Covid-19 hingga Jawa Timur membuat Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan. Beberapa gedung perkantoran dengan ketat melakukan pengecekan suhu badan hingga menyemprotkan disinfektan pada para pekerja sebelum memasuki kantornya. Pihak Kepolisian juga tak segan membubarkan gerombolan atau kerumunan massa demi menekan penyebaran virus tersebut. Apalagi status Kota Surabaya sebagai zona merah, sosialisasi jaga jarak terus digencarkan.

Menghadapi situasi seperti ini masyarakat pun tak tinggal diam. Sekelompok anak muda Kota Surabaya yang tergabung dalam komunitas PSB, Bonek YSS dan Surabaya Historical melakukan gerakan peduli dengan cara membagi-bagikan masker pada masyarakat, Sabtu siang (04/04). Pembagian masker ini adalah upaya agar masyarakat umum tidak terpapar Covid-19, terutama bagi mereka yang masih melakukan aktivitasnya di luar rumah.

Para relawan bagi-bagi masker, kontributor Guntur Setio Budi

Agus Tikuk relawan bagi-bagi masker yang tinggal di kawasan Sambikerep, Surabaya barat, saat diwawancarai Teras Surabaya menuturkan “Kegiatan sosial yang kami laksanakan ini merupakan swadaya, tanpa sponsor. Sasarannya adalah mereka yang ada di jalanan seperti ojek online, tukang becak, PKL dan sejenisnya. Karena mereka rentan terpapar virus maka kami berikan masker secara gratis” tandasnya. Memang dalam keadaan seperti sekarang yang diperlukan adalah saling gotong royong, bahu membahu agar tercipta suasana kondusif. (cs/ts)