Ketika membaca judul artikel diatas, para pembaca pasti penasaran sekaligus kaget, pertengahan bulan dan tahun seperti ini membuat narasi berjudul “Selamat Tahun Baru”. Mungkin dalam benak pikiran kawan-kawan pembaca “wah yang nulis artikel lagi stres akibat terlalu lama kena dampak PSBB covid 19 ?”

Masyarakat Nusantara khususnya Jawa saat ini terlanjur mengenali bahwa Tahun Baru Jawa adalah 1 Suro yang bersamaan dengan 1 Muharram. Semakin hari semakin modern insting para generasi muda semakin kritis dalam menelusuri kejanggalan. Dalam setiap diskusi sering terlontar pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang di dominasi oleh kaum muda, yang cerdas dan kritis untuk menanyakan Tahun Baru Jawa yang asli itu kapan ?

Memang yang di kenal oleh masyarakat luas, tahun yang berlaku saat ini ialah tahun baru Jawa adalah 1 Suro, atau tahun baru saka. Perlu di ketahui bahwa Tahun Baru Jawa 1 Suro yang diperkenalkan oleh Kanjeng Sultan Agung telah di modifikasi atau di owahi, di sesuaikan dengan kepentingan politik persamaan dengan para Wali sejak tahun 1555 Srawana. Apakah sebelum tahun tersebut kalender Jawa tidak ada istilah tahun baru ? Jawabnya ada

Hingga kini masyarakat adat Jawa walaupun jumlahnya sedikit namun masih ada yang menggunakan atau mengatakan bahwa hari ini yang bertepatan dengan tanggal 21 Juni ialah Pranata Masa Kasa atau bulan Kartika, adalah sebutan Tahun Baru bagi masyarakat adat Jawa Asli atau tulen.

Maka untuk itu artikel ini hanya menggugah serta mengenalkan kembali bahwa Tahun Baru Jawa Tulen ialah menggunakan KALENDER PRANATA MANGSA, merupakan bergantinya tahun sebelumnya dan menapaki tahun berikutnya yang masih tidak terpengaruh oleh owah-owahan perpolitikan pembelotan sejarah.

Posisi Matahari berada paling utara atau dimulainya musim panas menjadi awal mula tahun baru Jawa (Nusantara) sejak 911 SM oleh Mpu Hubayun dalam peradaban Jawa Purwa. Sejak itulah perhitungan wuku, neptu, naga dina, pranata mangsa ditetapkan.

Grafis Aan Andreas Satriaji S.IP

Apabila ditilik berdasarkan penanggalan Jawa yang diciptakan Mpu Hubayun pada 911 SM, maka saat ini (2020) adalah tahun 2931 Jawa (Jawa Asli, bukan Saka, Jawa kini atau Hijriah). Sebuah Kalender asli yang dibuat tidak berdasarkan agama, atau aliran kepercayaan apapun. Kami ucapkan SELAMAT TAHUN BARU JAWA bagi rekan-rekan adat beserta seluruh masyarakat Jawa, yang masih menggunakan kalender pranata mangsa di bumi Nusantara ini.

Ki Pandi Nayuhan