Sebenarnya tanggal 14 Februari merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. 76 tahun silam, tepat pada hari ini terjadi peristiwa heroik Pemberontakan Tentara PETA Pembela Tanah Air di Blitar, yang di motori oleh pemuda bernama Supriyadi. Bangsa Indonesia yang saat itu hidupnya sengsara akibat dijajah Jepang, membuat Supriyadi dan kawan-kawan memberontak terhadap pemerintah Dainipon. Meski pemberontakan itu gagal dan Supriyadi ditangkap hingga tak diketahui rimbanya, namun gerakan tersebut mampu membuat gentar pemerintah Jepang.

Sayangnya peristiwa Tentara PETA di Blitar kerap tertutupi oleh momen kasih sayang, yang sering di salah artikan oleh para remaja dengan menjurus ke perbuatan negatif. Melihat keprihatinan itu sekumpulan pemuda yang tergabung dalam elemen Pemuda Karang Tembok, Bonek Lawas, Historie van Soerabaja dan Surabaya Historical pada Sabtu malam (13/02) menggelar peringatan “Hari Semangat Juang Supriyadi” demi mengingatkan kembali pada masyarakat, khususnya generasi muda akan peristiwa heroik yang dulu pernah terjadi.

Dimulai dari jantung kota di Taman Apsari, Kota Surabaya, diantara rintik hujan yang tak kunjung henti, belasan pemuda ini berkeliling membagi-bagikan selebaran yang berisikan sejarah perjuangan Supriyadi. Tak hanya selebaran yang berisikan pesan kebangsaan dan nasionalisme, para pemuda ini juga memberikan masker secara cuma-cuma. Gatra Nugraha dari elemen Pemuda Karang Tembok menuturkan “Supriyadi memang telah tiada tapi semangatnya tak pernah sirna. Kegiatan ini adalah gerakan swadaya dan gotong royong demi menjaga marwah sejarah bangsa dari gempuran budaya asing agar generasi muda tak salah arah” jelasnya singkat.

Hal senada juga disampaikan oleh Amrizal dari Bonek Lawas “Generasi saat ini terlalu manja karena terlena dalam zona nyaman. Dalam peringatan ini kami ingatkan mereka agar tetap menjunjung tinggi nasionalisme supaya tidak kehilangan jati diri” ungkapnya. Surabaya sebagai Kota Pahlawan sekaligus metropolitan memiliki dinamika pembangunan sangat pesat. Gerakan pemuda dalam menjaga nilai luhur, semangat nasionalisme serta jiwa kepahlawanan ini patut di apresiasi. Dari kepedulian merekalah ruh dan marwah Kota Surabaya tetap terjaga. (cs/shc)